Menjadi Diri Sendiri


Hari ini, saat membuka akun facebook, saya kembali diingatkan oleh status saya beberapa tahun yang lalu di fitur kenangan.

4 Februari 2011, "Untuk menjadi yang terbaik, jadilah diri sendiri. Jangan menjadi orang lain. Kita boleh menyesuaikan diri dengan lingkungan, tapi jangan sampai apa yang sudah menjadi diri kita menjadi hilang tergantikan oleh pribadi oranglain". Begitu kira-kira, inti dari status yang pernah saya buat. Dan status tersebut, kembali menyadarkan saya tentang pentingnya jatidiri.

Jati diri bisa diartikan sebagai karakter ataupun sifat / kepribadian seseorang, dimana setiap orang memiliki jati diri yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Dalam penjabarannya, jati diri seseorang meliputi kebiasaan, tingkah laku, juga pemikiran seseorang dalam menjalani kehidupan.

Yang ingin saya sampaikan dalam tulisan ini adalah tentang pentingnya jati diri bagi diri kita. Jati diri seseorang akan sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan hidupnya. Tanpa jatidiri, seseorang tidak akan bisa mengenali bagaimana dirinya sendiri.

Terkadang, seseorang berusaha meniru orang lain dalam mencapai kesuksesan. Keberhasilan seseorang dalam menjalani hidup, membuat kita merasa perlu mengikuti jejak / langkah yang sama dengan orang yang menjadi panutan. Mungkin saja, hal itu ada sisi positifnya. Ketika apa yang coba kita ikuti, pun dapat mengantarkan kita pada kesuksesan / hidup yang lebih baik.

Namun, terlalu meniru orang lain, nyatanya juga dapat merubah jati diri kita. Karakter, kepribadian, bahkan mungkin sifat kita akan berubah dari karakter kita sebenarnya. Pada akhirnya, kita hanya akan memperoleh kesuksesan sebagai orang lain, bukan sebagai diri sendiri.

Tak jarang pula, berusaha meniru orang lain tidak membuat kita lebih baik. Ketidaksesuaian hal yang kita tiru dengan diri sendiri, membuat kita justru sulit mencapai kesuksesan. Yang kita lihat, hanya sekedar kesuksesan orang lain yang juga ingin kita raih. Sedangkan, kita seakan melupakan bahwa nasib dan takdir setiap orang berbeda satu sama lain.

Saya pernah berusaha menjadi orang lain untuk memperbaiki hidup, pernah berusaha meniru proses yang dijalani orang lain dalam mencapai kesuksesannya. Akan tetapi, apa yang saya jalani, ternyata tidak menghasilkan sesuatu yang sama. Saya masih saja gagal, dan belum bisa mencapai kesuksesan.

Saya sadari, mungkin kesalahan ada pada diri saya pribadi.

Pengalaman pun, pada akhirnya pernah memberikan satu kesimpulan bagi diri saya pribadi. Bahwa, "tidak perlu menjadi orang lain untuk menjadi yang terbaik, tapi jadilah diri sendiri yang lebih baik".

Hari ini, saya kembali menyadari hal itu. Moto hidup yang sepertinya hampir saja terlupakan. Dan saya pun tertegur, untuk kembali mengevaluasi dan introspeksi terhadap kehidupan yang sedang saya jalani.

Sebuah catatan, Agustino Pratama

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel