Memahami makna "Si-Kon-Tol Pan-Jang" dalam menghadapi masalah.


Judul tulisan ini mungkin sedikit nyeleneh, mungkin juga tidak enak dibaca. Kata-kata yang cukup vulgar itu, bisa jadi mampu membangkitkan pemikiran mesum di otak kita. Namun, tak seperti yang tertera pada judulnya, tulisan ini bukan membahas terkait 'alat kelamin' ataupun sesuatu yang berhubungan dengan pornografi, melainkan tentang sebuah singkatan yang berhubungan dengan pendapat atau pemikiran.

Pertama kali saya mendengar istilah "Si-Kon-Tol-Pan-Jang" adalah ketika saya duduk di bangku SMA. Salah seorang teman di organisasi waktu itu mengemukakan pendapatnya dalam sebuah rapat umum, yang juga dihadiri oleh para guru. Ia menyampaikan, bahwa dalam diskusi, untuk mencari solusi dari suatu permasalahan, harus memperhatikan beberapa aspek yang ia singkat menjadi "Si-Kon-Tol-Pan-Jang".

Kata-kata itu bukan yang bermakna negatif, pornografi. Ternyata, kata-kata itu merupakan singkatan dari Situasi, Kondisi, Toleransi, Pandangan, dan Jangkauan.

Nah, di tulisan kali ini, saya ingin sedikit menjabarkan singkatan itu berdasarkan pendapat saya. Tentunya, dalam menjabarkannya, saya juga mendasarkan pemikiran saya berdasarkan pengalaman yang pernah saya alami.

Situasi. Dalam membahas atau mencari solusi suatu permasalahan tentunya kita perlu memperhatikan situasi pada saat itu. Ada dua situasi yang perlu dipertimbangkan, yaitu intern (pembahasan yang dilakukan secara personal) dan publik (pembahasan yang melibatkan beberapa kelompok, ataupun pembahasan yang dilakukan secara terbuka, dapat disaksikan oleh banyak orang). Dapat pula diartikan sebagai tempat dimana kita membahas permasalahan itu. Selain berkaitan dengan etika, situasi juga akan mempengaruhi pemahaman pihak lain terhadap argumentasi atau pendapat yang disampaikan. Situasi yang bersifat intern (personal), biasanya lebih mampu menghasilkan kesimpulan ataupun solusi, ketimbang situasi yang bersifat publik (terbuka).

Kondisi. Selain situasi, kondisi saat membahas suatu permasalahan pun cukup berpengaruh terhadap proses pambahasannya serta dapat mempengaruhi hasilnya (kesimpulan ataupun solusi yang didapatkan). Umumnya, unsur terkait 'kondisi' ini berkaitan dengan aspek psikologis dari setiap pihak, dimana kondisi juga dapat dipengaruhi oleh situasi yang ada. 

Toleransi. Adalah salah satu hal yang cukup penting dalam menghadapi sebuah diskusi. Toleransi akan menghasilkan diskusi yang sehat dalam membahas suatu permasalahan. Dan sudah seharusnya setiap pihak perlu menjunjung tinggi toleransi dalam prosesnya, yaitu dengan memperhatikan, memahami dan menghargai pendapat orang lain.

Pandangan. Bisa diartikan sebagai usur dasar dalam diskusi. Pandangan, berkaitan dengan pendapat atau penilaian seseorang atau suatu pihak terhadap suatu permasalahan yang ada. Unsur ini akan menjadi pertimbangan dalam menentukan kesimpulan atau solusi.

Dan yang terakhir adalah Jangkauan. Unsur ini berkaitan dengan pandangan seseorang atau suatu pihak dalam berdiskusi. Jangkauan, memberikan batasan terhadap pandangan seseorang tentang suatu permasalahan. Cukup penting, agar apa yang disampaikan dalam diskusi tidak melebar pada masalah lain, sehingga diskusi hanya akan terkonsentrasi pada konteks masalah yang sedang dihadapi / dibahas. 

Dari penjabaran tersebut, kesimpulan saya adalah, bahwa dalam berdiskusi kita perlu memperhatikan hal-hal penting. Kita harus mampu memahami bagaimana situasi yang sedang terjadi dan seperti apa kondisinya. Kita juga perlu menjunjung tinggi toleransi terhadap setiap orang/pihak agar tidak terkesan memaksakan pendapat. Kita harus menyadari bahwa dalam diskusi pasti terdapat beberapa pandangan yang bermacam. Dan dalam menyampaikan pendapat, kita pun harus mengerti jangkauan permasalahan, agar apa yang kita sampaikan tidak keluar dari konteks masalah yang dibahas.

Sebuah Catatan, Agustino Pratama.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel