Catatan Perjalanan Hidup (Karir)


Beberapa waktu yang lalu, saya sempat membuat sebuah kilas balik tentang perjalanan karir saya selama ini. Sebuah uraian tentang beberapa pekerjaan dan profesi yang pernah saya geluti sejak lulus dari dunia pendidikan. Dan pada tulisan ini, secara singkat, saya pun ingin menjabarkan hal yang sama, tentang kilas balik perjalanan karir saya selama ini.

Pada saat saya hampir menamatkan jenjang pendidikan SMA, berbeda dengan teman-teman saya yang lain, saya justru punya target / tujuan untuk langsung bekerja ketimbang meneruskan pendidikan ke Perguruan Tinggi. Sebelumnya, saya hampir mendapat kesempatan beasiswa untuk masuk ke salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia, namun kesempatan itu gagal untuk saya capai. Mungkin, hal itu menjadi salah satu pertimbangan saya untuk memutuskan bekerja saja setelah tamat dari bangku SMA. Kondisi perekonomian keluarga yang juga tidak memungkinkan, pun menjadi alasan lain yang cukup menguatkan. 

Dan pekerjaan pertama saya adalah menjadi seorang operator warnet.

Ada satu alasan yang bagi saya menarik, kenapa saya memilih pekerjaan tersebut. Bagi saya, menjadi operator warnet, dimana keseharian saya akan dihadapkan dengan akses internet, memungkinkan saya untuk dapat belajar banyak hal yang mungkin tidak bisa saya dapatkan dari perguruan tinggi.

Kesempatan belajar secara otodidak pun tidak saya lewatkan. Saya mulai belajar tentang dunia perakitan komputer, jaringan, software, bahkan pemrograman. Ketika pada akhirnya, kedekatan saya dengan bos saya, mulai membuka kesempatan bagi saya untuk belajar mengelola managemen warnet, sedikit demi sedikit saya pun mendapatkan pengalaman tentang administrasi.

Meski dengan gaji yang bisa dikatakan tidak layak, namun saya terus berusaha mensyukurinya. Dari pengalaman itu, saya pun menemukan sebuah prinsip dalam bekerja, "bahwa hal utama dalam bekerja bukan seberapa besar gaji / pendapatan yang dihasilkan, melainkan ilmu yang bisa kita dapatkan dari pekerjaan yang kita geluti".

Dari pekerjaan sebagai operator warnet, saya pun pernah mencoba menyisihkan pendapatan saya untuk biaya melanjutkan ke perguruan tinggi swasta. Sayangnya, saya tidak bertahan lama mengenyam pendidikan di perguruan tinggi tersebut. Kembali, keterbatasan ekonomi menjadi alasan saya.

Beruntung, setelah berhenti kuliah, salah seorang guru saya di SMA menawari saya untuk mengisi posisi teknisi komputer yang pada saat itu masih minim di sekolah. Dan saya pun menerima tawaran beliau dan mulai bekerja di lingkungan tata usaha sekolah sebagai teknisi komputer.

Tidak bertahan lama, posisi yang semula kosong sebelum saya tempati, pada akhirnya mulai dikembangkan seiring dengan perkembangan teknologi di dunia pendidikan. Pihak sekolah, pada akhirnya menentukan kriteria pendidikan sebagai syarat untuk mengisi posisi tersebut. Hal itulah yang pada akhirnya membuat kontrak kerja saya di Sekolah putus, mengingat tingkat pendidikan saya tidak sesuai dengan kriteria yang ditetapkan sekolah.

Berhenti dari pekerjaan di Sekolah, untungnya saya masih dapat meneruskan pekerjaan saya di warnet, mengingat kedekatan saya dengan bos / pemilik warnet.

Saya pun sempat menemukan dunia baru yang menyenangkan, bagi saya. Dunia literasi. Sejak di bangku sekolah, saya sudah punya hobi membaca buku, dari Komik, Novel, Buku-buku tentang Sains, juga Psikologi. Pada tahun 2011, saya pun mulai aktif menulis. Berawal dari Facebook, Blog, hingga menulis di media online nasional. Aktifitas menulis saya di dunia maya, bahkan sempat memberi kesempatan bagi saya untuk bergabung di salah satu komunitas menulis yang pada waktu itu masih kecil, Komunitas Penulis Muda. 

Dunia menulis, sebenarnya dapat menjadi dunia yang punya prospek bagi saya untuk lebih mengembangkan diri. Akan tetapi, kondisi ekonomi keluarga, sempat membuat saya berfikir ulang untuk meneruskan karir di dunia tersebut.

Tanpa terburu-buru meninggalkan pekerjaan sebagai operator warnet, saya memutuskan untuk mencari pekerjaan lain. Relasi yang cukup baik dengan senior saya di sekolah, pada akhirnya berdampak positif. Salah seorang senior saya, menawarkan sebuah pekerjaan di kantor konsultan sipil sebagai staf administrasi.

Kemampuan saya dibidang komputer dan administrasi, membuat saya dengan mudah beradaptasi di pekerjaan itu. Dan setelah saya mulai merasa nyaman dan yakin dengan pekerjaan baru saya, saya pun memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan sebagai operator warnet agar lebih konsentrasi menggeluti pekerjaan baru saya.

Prinsip dalam bekerja yang terus saya pegang, pada akhirnya semakin memperluas ilmu dan pengalaman saya.

Dari posisi sebagai staff administrasi, saya mengembangkan pengetahuan saya di bidang sipil / pembangunan. Lingkungan kerja yang mendukung, turut mempercepat proses belajar saya tentang ilmu sipil. Dengan masih tetap mengurus administrasi pekerjaan, saya pun mulai diberi kesempatan untuk mencoba turun di lapangan, lokasi proyek.

Ilmu yang semakin berkembang, membuat saya yakin bahwa dunia konstruksi mungkin saja adalah dunia yang dapat merubah hidup saya.

Sampai dengan saat ini, saya masih bertahan di dunia konstruksi, meski sudah tidak lagi tergabung dalam perusahaan. Saya telah memutuskan untuk mengembangkan pengalaman saya dibidang konstruksi sipil/bangunan secara mandiri tanpa ikatan kerja. Dan prinsip kerja yang terus saya pegang, saya rasa masih belum saya tinggalkan hingga saat ini.

Pada akhirnya, saya menyadari perkembangan saya selama menjalani perjalanan hidup. Bagi saya, ilmu dan pengalaman lebih utama ketimbang materi (penghasilan). Ilmu akan terus meningkatkan kualitas diri, sedangkan materi (penghasilan) belum tentu mampu merubah taraf hidup menjadi lebih baik. Dan saya tetap meyakini hal itu.

- Sebuah catatan, Agustino Pratama -

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel